i love you, bad boy
By
Celi-Cloud
Sabtu, 23 Juli 2011
aku melihatnya, aku menatapnya, begitu mendalam pada matanya yang berwarna coklat bercahaya. matanya cerah yang bisa membuatku luluh. dan cara tersenyumnya yang menampakan gigi gigi besarnya. tapi itu membuatku semakin mencintainya, gleen.
cara pertama dia mengungkapkan cinta yang begitu sempurna, membuatku jatuh pada kata "suka" yang ia lontarkan.
ketika hujan, payung hijaunya melindungiku dari sejuta rintikan hujan. dia melepaskan dari raganya, untuk mengijinkan air membasahinya. aku menatap penuh pada matanya. detakan jantungku membuatku bingung, resah dan gundah. tapi, semua itu terasa nyaman.
kemudian, ia meletakan topinya pada kepalanya, dan menutupi rambutnya yang gondrong. segera dia menegapkan kembali tubuhnya yang jangkung, pandangan kami pun terputus. dia melambaikan tangan pajangnya.. dia berbalikan dari pergi. semakin jauh, aku melihatnya..
namun.. mengapa sebentar sekali..? aku ingin menikmatinya lebih lama.. yang tadi benar benar membuatku jadi'special' sekali..
aku ingin memilikinya.
saat itu juga, hujan sudah kembali reda. sementara aku mengenggam erat payung gleen, dan berjalan rentan kearah rumah. aku masih tatap tidak menyangka, gleen mengucapkan 'suka' padaku..
selama aku berada dirumah, aku ta henti melihat benda hijau pemberian gleen itu. terkadang, aku tersenyum, dan tertawa.. entah, mengapa aku sebegitu senangnya.
segalanya membuat kenangan itu kembali hidup.
perlahan aku bergerak pelan untuk menyentuh jendela kamarku, yang tepat disamping kasur dimana aku duduk sambil membayangkan cowok ganteng itu. perlahan kugoreskan namanya pada embun yang menutupi jendelaku. lalu kugambar hati yang tertera jelas antara nama ku dan namamu. aku tersenyum tipis..
hawa dingin ternyata membuatku merasakan kantuk, segara aku meletakan diri, dan memdekap boneka babi warna pink.
pagi sudah menyapaku, dan jantungku berdetak keras kembali. apakah aku akan bertemu denganya lagi? apakah aku sudah cantik? aku bingungg.. jika nanti aku bertemu ddenganya, aku harus bagaimana?? aku belum siap.. terlihat jelas warna merah telah menyala pada pipiku. .
oh tidak! harusnya rambutku, tidak ku jepit. ku ikat saja... haahh.. cantik itu merepotkan..
aku menghela nafas panjang panjang, dan seketika aku bepikir..
apakah dia akan bertanya, "kamu mau jadi pacarku?"
'""'""'""'""'""'""'""'""'
bel sekolah yang merupakan tanda istirahat tiba sudah merobohkan bangunan sekolah. teman taman dekatku, langsung menghampiriku ditengah tengah saat aku berusaha memasukan buku ku kedalam tas merah ku bertuliskan 'paris is mine'
"hei! gleen menembakmu?" tanya fiona sambil mengerat lengan bajuku.
"apa kau menerimanya?? kapan? gimana ceritanya" lanjut daisy
"a.. a.. haruskah aku bercerita sekarang? " balasku gugup "IYAA!" Jawab mereka kompak.
kemudian, aku menceritakan semuanya, dimana gleen memberikan ku payung, dan menatapku dengan mata coklatnya, dimana aku serasa benar benar menjadi miliknya.
"hyaa???!!" teriak mereka terkejut.
"jangan teriak di telingaku!" sentaku pada mereka.
"kenapa kamu tidak menerimanya??" bentak daisy
"a.. habis.." lalu gleen tampak di pintu depan kelasku, sebelum aku menyelesaikan kata kata ku. kita bertiga melihat ke arah gleen. dan fiona berbisik "kesanalah. " dan aku menatap kepada fiona, mereka tersenyum kearahku. dengan pasti kemudian aku berdiri dari bangku ku. dan menghampiri gleen. oh tuhan.. jantungku terus berdetak.. tidak kah kau bisa membuatnya tenang..?
bagaimana ini..? apakah harapanku tadi pagi akan jadi kenyataan..?
aku harap begitu.
langku terhenti tepat di depan gleen. wajahku masi tertunduk. melihat ke arah sepatu gleen, yang ternyata ber-merk Nike.
"sepatu ku bagus ya?" serentak aku mengangkat kepalaku, setelah dia berkata seperti itu.
"ha?"
"kau sih, dari tadi melihatnya. kenapa nggak melihat aku aja? hahaha" lanjutnya, dia pun memberi pukulan kecil di pndaku, tetapi, aku hanya melamun melihat ke arah senyumnya yang lebar. kemudian, aku ikut tersnyum perlahan. "Ayo" ucapnya, sambil menarik tanganku. dia MENGGENGAMNYA..
oh mai gat! kepalaku HANCUR!! oh tidak! lebih tepatnya, jantungku yang hancur!
kutatap tanganku terus yang ada pada genggaman tangan gleen. DAN SEJUJURNYA AKU MASIH NGGAK PERCAYA PLUS NGGAK SIAP. ini terlalu tiba tiba dan.. oh benda apa itu yang di dalam genggamanya.. itu tanganku..
lorong sekolah terlewati dengan cepat, mata ku melotot besar besar ke arah tangan ku. tiba tiba, gleen berhenti di tangga yang menuju atap sekolah, tapi aku tetap berjalan dengan menundukan kepala yang terus menatap tanganku, sehingga, mebuatku tetabrak bahu gleen. "ADUH!" bentaku ceplas ceplos
"WAKAK" tawanya yang ngakak. aku hanya terdiam dan mengelus elus dahiku. pipiku mengembung karena sebal. TERTAWANYA ITU LOH, MACAM APA COBA?
"aha ha ha" aku membalasnya dengan tawa patah patah yang terpaksa. "lucu banget" sindirku
"apaaaa?? kamu lho, konyol banget tauk." dia masih tertawa dan mengerat perutnya. salah satu tanganya memukul kecil pundakku. "matamu loh, melotot gito. biasa aja kali. ini cuma gandengan tangan kok"
kemudian aku menuntupi wajahku dengan kedua tanganku. aish.. aku malu.
"kenapa ditutupi?" ucapnya heran.
"......." balasku
"jangan ditutupi. menghalangi ku saja."
"menghalangi apa?" kubuka sedikit celah di antara jari tengah dan jari manis
"melihat wajahmu"
saat aku membuka seluruh mataku, gleen jongkok tepat di bawahku. kemudian dia menggengam tanganku kembali.
"kenapa kau begini padaku..?" tanyaku pelan, dan melihat ke arah matanya yang coklat. cantik sekali.. dia pun membalasnya dengan tundukan kepala.
KRIIIIIIINNGG!! bel sekolah yang meggangu suasana pun berbunyi.
"hmmm.." gleen berdiri dia depanku. tetapi dia menutupi wajahnya dengan topinya.
tanpa membalas pertanyaanku, dia berjalan berbalik seakan menjauh.
"HEEI! JAWAB! BODOH" teriakku.
lalu, dia membalikan setangah badannya kearahku, memberikan senyuman yang menyebalkan, karena.. membutakan mataku. senyuman indah, apa arti semua ini.. berhentilah membuatku bingung seperti ini..
"tangkap aku" ucap gleen. kemudian dia berlari kecil meninggalkanku.
"apa apaan sih..? " bisikku. walau begitu, aku melangkah dan berlalri. tanpa melihat siapa saja yang kulewati. AKU SEDANG BERBURU GLEEN! HIYAAA..
tepat di depan kelasku, sosoknya menghilang dari hadapanku. sambil mengatur nafas, aku melihat ke arah kanan kiriku. mana mungkin secepat itu dia menghilang..?
oke, aku menyerah. dasar manusia aneh. aku mencoba memasuki kelas,
"capek yah!" teriak seseorang dari belakang ku. aku pun membalikkan badan
"hei gleen! mau mu apa sih. jangan main main kayak apa ya! "
"kayak apa?" ucapnya menggoda
"berhentilah seperti anak kecil!"
"tapi asik kan? hehehhe"
aku kehabisan kata kata. dia menjebakku. dasar sial. aku mengepalkan tanganku, dan menggigit bibir bawahku. gleen mendekat kearahku.. tiba tiba dia berbisik juga seraya memelukku. "jadilah pacarku." detik detik berlalu.. butuh beberapa saat agar dapat aku mencerna kata kata itu. aku.. terkejut. sampai sampai, mungkin tak terlihat bahwa aku tidak percaya bahwa dia berkata seperti itu, dengan cara seperti ini..
"hei, jawablah. aku memaksamu. "
"memaksa?" tanyaku dengan suara sangat lirih
"aku memaksa mu menjadi pacarku. ya ya ya ya?? "
"hh.. kau terlihat tidak serius"
"bagitu kah? terus aku harus bagaimana? agar terlihat serius"
"tidak ada satu pun caramu yang terlihat serius. kau gila"
"hei! aku serius. jawablah cepat, aku tidak mau kita berlama lama seprti ini. kau pikir, tidak aneh apa, kita berpelukan lama sekali, berbisik bisik, gila ya?"
"memang" jawabku singkat. aku mendorong gleen dari pelukanku. dia terkejut. mungkin dia berpikir aku membencinya.
"aku terima paksaanmu" dengan berbicara cepat aku langsung berbalik dan mambanting pintu. lalu aku bersandar di balik pintu.. masih merasa begitu deg deg an. oh.. aku barusan mengatakanya..
dengan sangat pelan, aku mendengar bisikan pelan dari pintu, "terima kasih" dan saat itu pula, pertama kalinya aku mendengar gleen seserius itu.
setelah itu, gleen pergi kekelasnya. baru kemudian, aku dapat menghela nafas lega. lalu, secara spontas seluruh teman sekelasku mendatangiku, secara bergerombol, mewawancaraiku.
"kau sedang berpelukan dengan gleen tadi?"
"apa yang gleen ucapkan tadi?"
"kau jadian ya denganya?"
"kau sedang apa denganya tadi?"
"pssstt..!" jawabku. "kupikir kalian sudah tau kan jawabanya. aku tidak mau membahasnya. " jawabku malu.
setelah itu, aku mengikuti pelajaran guru guru membosankan. oke skip aja..
dan akhirnya bel pulang sekolah yang cantik berbunyi.. yeay.. "RENA!! KAMU PIKEET!!"
"waduh iya iya!" jawabku tergesa gesa
tunggu lanjutanyaa
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 Comment:
Posting Komentar
Apa komentar kaliann..?? ~