Ya. Apa maksud 'sama dengan ibu'?
"Dapatkah kau mengulangi kata katamu?" Pintaku dengan wajah super bingung.
"Orang besar bodoh." Ejek nya dan terus melanjutkan gambaranya.
"Kau tidak mengatakan hal itu sebelumnya" Suaraku tertekan, yah, aku harus menahan kemarahanku.
"aku tidak akan mengulangi kata kataku."
"Fine. apa maksudmu 'sama dengan ibu'?"
"Sudah kuduga, kau memintaku untuk mengulangi kata kataku hanya untuk basa basi. Dan untung saja aku tidak menjawabnya. Itu kan nggak penting."
"HA-HA-HA" tawaku membesar, dan terpaksa. HAHA, anak kecil yang polos. "Hal itu selalu dilakukan ketika seseorang terkejut, dan scock! Sekarang jawab pertanyaanku!"
"Bodoh.. Kau sudah bertanya, dan membentak. Kira kira, dengan cara seperti itu, apa aku harus menjawabnya?"
Gadis ini, semakin membuatku kesal! Kenapa dia tidak mengerti perasaan kakaknya! Aku kan berusaha membantu! Apa aku harus meluapkan kemarahanku?
Tidak tidak tidak. sebaiknya memang tidak!
"Hmm.. aku tidak akan marah. jawablah pertanyaanku"
"Urusan pribadi" Jawabnya singkat
"Setidaknya aku dapat membantu"
"KAU BELUM TENTU BISA MENGURUSI HIDUPMU! DAN SEKARANG, KAU MAU MENCOBA MENGURUSI HIDUPNYA ORANG LAIN?! KONYOL!" bentaknya. Aku pun terpaku. Seakan aku bisu. Yah, tak ada sepatah kata dapat keluar. Aku membeku disini. Mengapa anak kecil ini bisa bisanya berkata seperti itu.
.... Wendy benar.
"HA?! sekarang kau mau berkata apa tuan?! Bisu! Aku benar! Kau salah!" Olok wendy dengan menunjuk nunjuk padaku. Tapi semua itu benar. Aku salah. Aku goblok. hahha..
"Sekalipun aku bercerita tentang aku, Kau.. Mana peduli kau denganku?! Mati saja! MATI!" Kalimat kalimat itu mengalir dari bibir wendy. Aku menerima segalanya, karena itu.. memang betul sekali..
"Wendy.. cukup." Bocah itu meminta wendy, dengan menggengam tanganya. Namun, wendy melepaskanya dengan kasar
"AKU TIDAK PUAS!" "IBUKU MEMBUATKU SENGSARA, DIA MEMBUAT HIDUPKU PENDEK DAN MENDERITA! DAN KAKAK... DIA MEMBANTU IBU! DAN SEKARANG.. AP..A.." suara lantangnya mengecil ketika dia sadar. Dia keceplosan. Semuanya terbongkar. Kedua tanganya menutup mulutnya yang membisu sekarang.
"Wendy, sekarang kita tau.." Ucap bocah tengil itu, yang memebelai tangan wendy. Namun, wendy hanya mematung. Tanpa ia ketahui, air matanya jatuh. 1.. 2.. tetes.. dan kemudian, ia bergetar ketika wendy tau. Ia menangis. Semuanya ia luapkan disitu. Semakin lama, dia merasa puas. Tidak, dia nggak puas sama sekali.
Aku berjalan mendekati wendy, menyerahkan tangan kotorku di atas kepalanya.
"Kau lega wendy?" Dia terdiam dan tidak menjawab. Tangisnya, menandakan itu adalah penderitaan yang amat mendalam. Mungkin, aku emmang tidak dapat membantu. Mendengar ceritanya saja, tidak akan mengurangi penderitaanya. Aku memang tidak berguna. Bagi siapa pun.
Dia mengangkat kepalanya perlahan. Matanya benar benar merah.
"katakan saja.." Kata bocah tengil itu.
Wendy menghela nafas panjang, sebelum memulai bercerita.
"Ibuku, memberikan segalanya yang aku punya. Tapi, dia tidak melihat kearahku. Uang! Saja pikirnya. Ia hanyaa berpikir, aku dan kakak adalah penghasil uang! Atas segalanya! Apa salahnya aku berharap.. APA SALAHNYA AKU BERHARAP UNTUK MHIDUP?!" Ruangan sekarang menjadi hening. Aku meremas tanganku, aku menyesal telah bertengkar dengan gadis yang hebat ini. Matanya, memancarkan ketegaran, namun, didalamnya terdapat cahaya kesepian. Andai saja, cahaya itu dapat redup, itulah harapanku. Namun disini, cahaya itu makin bersinar, sampai sampai, aku tidak tahu harus berkata apa.
"Wendy, baiknya kau ceritakan saja" Bocah tengil itu memecah kesunyian, dengan suara polosnya.
"Tapi.. bangaimana aku harus bercerita. Aku bingung!!" dengan kepanikan dan suara wendy yang serak, kesyunian itu semakin memudar.
"Lalu, apa maksud dari kata katamu tadi?" Tambah ku
"Ah.. Itu.. soal ibu. Beliau.. tidak peduli padaku"
"Hanya itu? Itukan, masalah simpel, dulu waktu aku kecil, ibuku tidak peduli padaku. Tapi..."
"MATAMU HAH?!" oh tidak, apakah aku mengucapkan subuah kesalahan? Sekarang gadis bertubuh mungil itu marah. Ya, marah besar. Karenaku. "TUH KAN! ITU ADA;AH ALASAN KENAPA AKU BENCI BENCI BENCCCIII DAN MUAK UNTUK BERCERITA, PADA ORANG DEWASA! MEREKA, BENAR BENAR TIDAK PEKA! TERUTAMA KAU! KAU MENYEPELEKAN URUSANKU! DAN SEBAIKNYA AKU TIDAK PERNAH... TIDAK PERNAH... MELIHATMU SAJA!" Aku sempat berpikir balik, mungkin aku memang yang salah, tapi kenapa aku begitu GOBLOK mengucapkan kata kata seperti itu. Sekarang ia berdiri dengan kakinya yang putih pucat, dan berjalan kearahku, rambutnya tergerai melambai lambai, pandangan sekarang berubah drastis, ia seperti ingin membunuhku, aku ngeri melihatnya. Tapi dia berhenti sejenak dihadapanku,
"KAU... AKU TIDAK.." nafasnya terhenti, wendy sepertinya kecapekan untuk marah marah padaku. "AKU.." tanganya menghantam perutku, namun tangan kecilnya itu, tidak menghasilkan reaksi apa apa padaku. Aku sempat berpikir, apakah dia memukulku?
"AKU TIDAK.. AKAN.." wajahnya terangkat, penuh keringat pada keningnya, dan air matanya serasa tidak akan pernah mau berhenti. "AKU TIDAK AKAN PERNAH MEMAFKANMU!" setelah dia berteriak sekaras mungkin, untuk mengucapkan kata kata itu, tubuhnya mendingin, tubuhnya lemas, dan.. pingsan. Dengan tololnya, aku mundur beberapa langkah, dan membiarkan badan wendy tergeletak,
"Ah. apa yang harus ku lakukan?????" Aku mulai panik.
"Tuan, tolonglah wendy, mungkin.. dia sekarat." Tangan seorang bocah menarik lengan bajuku, dan wajahnya penuh permohonan.
"Apakah aku bego?" Tanyaku terbata bata
"Tuan sangatlah bego." Bocah itu menangis.. Oh tuhan, kenapa malam ini bagaikan malam penuh tangisan. Aku bingung apa yang harus ku perbuat. Wendy telah marah padaku, dan sekarang bocah ini menangis TANPA ALASAN! semuanya membuatku repot! Ish! Aduh, apa ini? aku merasakan pukulan pukulan kecil sekarang, hahha.. anak kecil dungu ini memukul betisku.
"Baiklah baiklah, ayo kita keluar sekarang." rayuku, untuk memberhetikan pukulan anak itu.
"tuan itu benar benar idiot" tanganya, bukan berhenti, dan sekarang dia memukul wajahku. Aku merasakan amarah yang besar.
"APA SEH MAUMU ITU?"
"tuan, selamatkan wendy.." Aku menoleh kebelakangku, dan melihat, siapakah yang aku belakagi itu-Wendy. Aku beru tersadar, mukan saatnya untuk benci padanya. Bila nanti ia meti, semuanya pun kembali padaku.
Saat diruangan dimana tempat tidur wendy berada, dan terlihat kakak wendy sedang benar benar khawatir, aku berjalan untuk segera meletakan wendy yang sekarang itu. Kakaknya tidak bisa melihat itu, tetap saja khawatir. Mungkin, bila ia melihat keadanya sekarang, dia bakal 2 kali lebih khawatir. Fyuuhh.. untung saja dia tidak melihatnya.
"mr, wendy gimana? dia begitu dingin.." Tanganya kakaknya yang memegang tangan wendy, mulai bergetar.
"itu mungkin salahku. aku mengabaikanya, dan membiarkanya marah. Dia benar benar membuatku, ke.." PLAK! tangan wanita ini menamparku. namun, itu tidak tepat, ia menampar kening bagian kiriku. Tapi.. itu cukup sakit. Mungkin dia ber-amarah.
"BEGO BEGO! BESOK KAN DIA SIAP OPERASI! KAU MEMBUATNYA SEMAKIN MENDERITA!"
"operasi? hah?" Tanyaku
"dia.. akan menyumbangkan ginjal teakhirnya, pada seseorang!" Kata kata yang baru kudengar barusan, membuatku terpaku. Betapa bodohnya aku tadi menyepelekan masalahnya dia.
"Tenanglah, aku ingin bertanya.." Aku berkata selembut mungkin. Agar wanita ini tidak semakin brutal, mungkin saja dia tidak hanya menamparku, mungkin memukul, mnginjak kakiku, atau membunuhku? Oh ya, aku bisa kabur darinya, dia-buta. haha
"Apa" balasnya dengan nada dingin.
"Dia, sempat bercerita padaku, sebelum ia marah." Secepat mungkin, rona wajah kakak wendy yang pucat menjadi amat sangat panik bukan main.
"dia.. membenci ibunya, dan kau. " Aku menghela nafas panjang, sebelum melanjutkan ceritaku. "Dia berkata, kau sama saja ddengan ibu, dan ibu, tidak pernah peduli, dengan keadaanku sekarang. "
"Dia, selalu saja berkata seperti itu. Hari hari yang kami lewati, penuh dengan pertengkaran.." Wanita itu, mulai tenang, dia tidak marah lagi. (yay) Tanganya mengelus rambut wandy, dengan penuh kasih sayang. Aku tau, ini pasti hanya kesalah pahaman. Mereka, hanya tidak saling tau, bukan saling membenci.
"Ibu, memang terlalu keras, dan kaku, terhadap kami. sejak ayah meninggal, ia tidak peduli pada kami. Iya, tidak hanya wendy saja.. padaku juga. Ia pun mendonorkan korneaku. Hahhaa.. ironis.. Setelah itu, ia juga mengambil salah satu ginjal wendy. Aku sebenarnya mengelak urusan ibu, tapi ia malah menghajarku. Tiap hari, setelah ginjal wendy menghilang, aku menyemangatinya terus, karena badanya semakin melemah. Tapi, dia salah paham. Mungkin dia mengganggapku, membela ibu. Namun, dalam hatiku, tidak. Aku membenci ibu." Penjelasan itu cukup membuatku sadar, betapa menyesalnya aku tadi tidak menolong wendy, DAN MENYEPELEKAN MESALAHNYA. Aku hanya tertunduk dihadapan badan wendy yang lemas.
"Apa yang dapat kita lakukan.. untuk wendy" tanyaku seraya ingin nagis. Aku tidak kuat, dan air mata seenaknya meluncur keluar. Aku pun ikut membelai wendy dengan lembut.
"Sekarang, untuk wendy, tidak ada apapun yang dapat kita lakukan. Dia.. akan.. mati..... besok."
Jatungku sekarang berdebar keras. Aku tidak bisa membiarkan anak ini mati. Aku tidak maaauu.. Kenapa sekarang aku bertemu dengan masalah seperti, padahal masalahku saja belum selesai. Mungkin memang benar kata wendy, Urusanku saja, aku belum tentu bisa melewatinya, dan sekarang aku mencampuri urusan wendy, yang ditengah tengah, oh bukan di ujung kematian. Aku tidak mampu..
"Dapatkah aku keluar sebentar" Kataku dan menghapus air mataku.
"Silahkan.." Aku keluar dan mengajak bocah itu ikut denganku.
Sekarang aku berada di luar rumah sakit. Udara pun tetap dingin. Disini, aku sebentar saja ingin merilekskan pikiran. Aku duduk pada anak tangga, dan bersandar pada pillar. Kemudian, bocah itu mengikutiku duduk.
"Tuan" Sapa bocah itu
"Hm.."
"Kalau terdapat dua pilihan, tuan memilih apa, antara mati dengan sia sia, atau dengan sebuah kebanggaan?"
"Apa maksud dari pertanyaanmu..?" Tanyaku, aku tidak tau, apa yang diinginkan anak ini. Untuk apa dia bertanya seperti itu? "Ahh.. tentu saja, siapa sih yang tidak mau mati dengan.. sia.. sia.." Terpintas, aku TAU akan jawaban dari pertanyaan bocah itu. Dia pun tersenyum. Aku berdiri dan langsung lari masuk kerumah sakit, Untuk menemui wendy dan kakaknya. Di depan pintu ini, aku melihat keduanya, masih seperti tadi sebelum aku meniggalkan mereka. Aku tersenyum.. mendekat dan berkata..
"Aku tau.."
Esoknya.. Ketika wendy siap untuk mendonorkan ginjalnya, seorang wanita, datang kearah ibunya. Tak lain itu adalah kakak wendy yang, buta.
"Ibu, dapatkah kau membatalkan pendonoran ini??" Wanita itu berkata dengan sangat lembut, seperti biasa.
"Hah? Jangan bergurau."
"Kau dapat mendonorkan ginjal dari seseorang, yang golongan darahnya juga A. Seperti pasien ibu. Dia, sama sekali tidak meminta imbalan. Aku tidak ingin ibu menyakiti wendy lagi. Ibu aku mohon.."
"Siapa?" Wanita yang menggenakan jas laboraturium itu kaget. Ya, sepenuhnya kaget. Mungkin dia tidak percaya, siapa kah orang yang mau maunya memberikan ginjalnya secara cuma cuma, bahkan, mungkin pria itu sama sekali tidak tau resikonya.
"Dia, pria itu." Kakak wendy menunjukan ibunya pada seorang pria yang acak acakan.
"Kau..." kata ibu wendy dengan sangat terkejut.
Operasi pun.. berlangsung lancar. Pasien itu sekarang sehat lagi, dan memiliki ginjal yang mungkin sempurna.
"Sekarang, apakah kau merasa lega?" Tanya seorang wanita buta itu padaku.
"Sangat. Ginjalku.. sekarang tinggal satu. Aku tidak tau, bahwa dari dulu wendy itu seperti ini. Dia hidup dengan 1 ginjal saja. Rasanya, lumayan tersiksa ya. Hahahha.."
"Hahahha.. Lalu, dengan keadaan seperti ini, apa yang akan kau lakukan?"
"Hmm.. " DIatas kasur yang lembut ini aku berbaring dengan lemah, aku menatap wanita buta ini, dan beripikir, babhwa, dia, begitu cantik. Namun aku tidak akan pernah mngecewakan siapa saja. Sisa hidupku, aku akan menggunakanya, agar tidak sia sia.. "Tolong... panggilkan bocah. Bocah yang.. luar biasa itu."
Tidak lama kemudian, Bocah dengan pakaian compang camping menghampiriku. Dia berjalan langkah demi langkah, dan hampir dekat dengan ku. Aku tersyum bangga padanya. Dan wajahnya sangat kebingungan.
"Hai.." Sapaku dengan nada lemah...
"Tuan.. apa kau tidak apa apaa??" Tanyanya dengan penuh kekhawatiran.
"Ahahha.. jelas tidak apa apa dong." Jawabku, dan membelai kepalanya.
"Tuan apa yang kau rasakan sekarang.."
"Aku bahagia.." Aku pun memberikan senyuman, aku tidak tahu, apa yang dilihat oleh orang orang dari senyumku sekarang.. Yang pasti.. aku lega.
Oh, sekarang aku baru teringat akan keinganku, hasrat untuk Mati.. Setelah terpikirkan, mungkin maksud bocah ini.. dia ingin menghentikan atau mencegahku untuk bunuh diri..? Ah, tidak. Aduh, entahlah..
Tapi.. kemarin, anak ini sempat berkata, 'mati dengan sebuah kebanggaan..' Mati.. mati.. mati..
"Hhh.." Aku tertawa tipis. Mengingat ingat itu. Karena sekarang, mungkin aku telat mendapatkan jawaban, dari awal segalanya, dari dimana aku mulai mendapatkan ide 'mati dengan sia sia'. Apakah ini semua rencana dari bocah ini? Rencana yah.. Aku baru sadar, bocah ini pintar.
"Kau dari awal merencanakan sesuatu kan?" Tuduhku dangan lemah
"Rencana?" Balasnya dengan kebingungan. Sepertinya dia memang tidak merencanakan apa apa. Ya.. Bisa saja ini takdir.
"Lalu, apakah ini.. memang takdirku..?"
"Tuan.. Takdir, dapat kau rancang sendiri. Jika kau ingin sehat, maka makanlah yang bergizi, jika kau ingin sukses, maka berkerjalah yang keras, jika ingin pintar, belajarlah, jika ingin mendapat hidup sempurna.. janganlah kau sia siakan, tuan.." Sekarang aku mulai mngerti.. Karena aku sudah tidak bisa membenahi hidup sesempurna orang lain, mungkin jalan inilah yang sempurna bagiku. Aku, tidak boleh menyia nyiakanya. Aku juga teringat, akan nasehat berharga dari orang orang, jika kamu mendapat nilai jelek, kamu masih bisa memperbaikinya, dengan belajar lagi, jika kamu jatuh dalam perkerjaanmu, maka bekerjalah lebih giat, jika kamu jatuh dalam lubang yang dalam, itu bukan berarti kamu ada di dalam situ selamanya, seperti aku sekarang.. aku dalam lubang itu, dan sekarang, aku hampir ada pada tebing bagian atasnya, aku.. hampir menyelesaikan hidupku, yang tidak sempurna. Sekarang, masih belum disebut sempurna.. tapi langkah inilah yang bisa kembali menyebutnya sempurna...
"Ngomong ngomong.." Aku pun kembali menatap pada mata indah bocah itu, "Kamu itu apa..?"
"Yang aku tahu.. semua orang menyebutku, malaikat.." Ucap, malaikat kecil itu.
3 bulan kemudian..
"Kakak! Ayo aku bantu!" Ucap kata kata yang sangat bersemangat dari seorang gadis, berambut lurus dan hitam pekat. Dia berlari lari kearah kakak nya yang sedang membawa barang banyak. Kardus kardus, yang isinya.. mungkin dokumen milik ibunya.
"Hahaha.. Tidak usah, aku akan mulai membiasakan kembali melihat." Balas kakak gadis itu.
"Ahh.. Sejak hari itu, aku benar benar merasa sehat lagi." Ucap gadis kecil itu lagi, sambil membenahi topi coklatnya yang besar. "Dulu, mengingat keadanku yang buruk, dan hidup dengan 1 ginjal, semuanya terasa begitu sesak. Nggg.. Kakak.. Omong omong, siapa sih yang mau relain ginjalnya buat aku?" Tanya gadis itu, dengan membalik tubuhnya kearah kakaknya.
"Dia, mungkin seorang malaikat untukmu"
"Malaikat?" Sekarang gadis itu, dua kali lebih bingung.
"Malaikat itu, telah diselamatkan oleh seorang gadis kecil bernama wendy!"
"Ah! Jangan bergurau!" Kata wendy dengan tersenyum tersipu sipu. Mereka berlarian, dengan gembiranya.
Wendy, Kau menyadarkan betapa rumitnya hidup itu. Kamu menyelamatkan ku. Aku merasa tidak sia sia seperti dulu. Mungkin, tanpa kau, sampai sekarang, aku tidak tau dengan cara apa aku dapat menempuh hidup sempurna lagi. Kita.. Sudah impas kan..?
Dan untuk, bocah aneh itu, aku sekarang benar benar tidak tau kamu itu dimana. Mungkin, kamu juga merencanakan hal yang sama sepertiku pada orang lain? Hahaha.. konyol. Sebelum aku mendonorkan segalanya yang aku punya.
"Andaikan dulu kita tidak bertemu, Aku mungkin akan sia sia. Aku tidak akan bertemu wendy, aku tidak akan sampai ada disini. Dan aku juga..Banyak sekali mengucapkan terima kasih padamu. Aku adalah orang dewasa yang goblok.. Kamu memberitahuku, betapa anehnya hidup itu. Kamu tahu, nasehatmu, berharga" Tanpa kusadari sekarang, aku menangis. Ini, adalah tangisan bahagia..
"Tuan.. Kita bertemu bukanlah suatu kebetulan. Dan aku tidak memberimu apa apa. Aku tidak menasehatimu, dan aku tidak memberi tahumu apa apa. Sejak awal, aku hanyalah bocah yang mengikutimu kan..?" Balasnya
"Tidak. Kamu, memang seorang malaikat. " Denganku sekarang, aku punya banyak malaikat. Istriku, anak ku, wendy, dan bocah ini. Dari pada harta, dan jabatanku, inilah harta sesungguhnya.
Sebarnya, setiap orang, memiliki malaikat sendiri sendiri. Namun, terkadang, mereka tidak tahu, bahwa malaikat itu ada disisih mereka, Dan menghangatkan segalanya. Tanpa kau sadari, mereka adalah malaikat. Tidak percaya? Lihatlah sekelilingmu, mereka adalah malaikat.
TAMAT~ :D
ARCHERY'S FILE: kumpulan foto foto dari masa ke masa "POR SD"
By
Celi-Cloud
SAAT SAAT LATIAN.. foto jadul :D
ahahhaa.. foto ma spanduk soto langganan. :D
chesseee.. :)
INI ADALAH MASA MASA PERTAMA AKU LOMBA.
"POR SD"
Ini, waktu aku mulai mau persiapan berangkat. Narsis2 dulu aaahh.. :D
Foto foto dibelakang kantor walikota.
Terus, ini waktu aku di BIS!
Dan ini waktu aku di penginapanya. Di hotel santana-kepanjen. Ada billiardnya loch!! :D
TERUS! INI WAKTU PEMBUKAAN POR SD!
Ini waktu lombanyaa.. Tapi nggak ada fotonya. hehhe..
Disini aku item banget. sumpah.. aku malu banget. -___-" INI BARU PERJUANGAN! KYAHAHA..
Aku latian itu baru 8 bulan. tapi hasilnya.. hmm.. lumayanlah. Rank 4-nya 2. ada rank 5 nya satu T__T
SELESAINYA LOMBA, ITU AKU FOTO FOTO. hahahaa.. tapi yang aku post, cuman beberapa aja ya. lama nih unggahnya! (sebel)
Dan inilah waktu pembagian medali. Aku juara 2 beregu putri. Dapet perak. hiks hiks.. tapi alhamdullilah deh.. :)
Aku ketemu sama orang yang kusuka sejak bulan oktober! Itu waktu dia ikut PORPROF. kasi tau namanya gak yaaaa??? :3
Dan inilah waktu udah mau pulang. Tinggal beres beres. Terus ke rumah masing masing deh :(
ahahhaa.. foto ma spanduk soto langganan. :D
chesseee.. :)
INI ADALAH MASA MASA PERTAMA AKU LOMBA.
"POR SD"
Ini, waktu aku mulai mau persiapan berangkat. Narsis2 dulu aaahh.. :D
Foto foto dibelakang kantor walikota.
Terus, ini waktu aku di BIS!
Dan ini waktu aku di penginapanya. Di hotel santana-kepanjen. Ada billiardnya loch!! :D
TERUS! INI WAKTU PEMBUKAAN POR SD!
Ini waktu lombanyaa.. Tapi nggak ada fotonya. hehhe..
Disini aku item banget. sumpah.. aku malu banget. -___-" INI BARU PERJUANGAN! KYAHAHA..
Aku latian itu baru 8 bulan. tapi hasilnya.. hmm.. lumayanlah. Rank 4-nya 2. ada rank 5 nya satu T__T
SELESAINYA LOMBA, ITU AKU FOTO FOTO. hahahaa.. tapi yang aku post, cuman beberapa aja ya. lama nih unggahnya! (sebel)
Dan inilah waktu pembagian medali. Aku juara 2 beregu putri. Dapet perak. hiks hiks.. tapi alhamdullilah deh.. :)
Aku ketemu sama orang yang kusuka sejak bulan oktober! Itu waktu dia ikut PORPROF. kasi tau namanya gak yaaaa??? :3
Dan inilah waktu udah mau pulang. Tinggal beres beres. Terus ke rumah masing masing deh :(
Archery's FILE: malang & Tuban. ASRAMA di belanegara. :3
By
Celi-Cloud
HAHAHA.... KAYAKNYA UDAH LAMA BANGET AKU NGGAK NGE-POST :3
maaf maapp..
Tau kenapa? aku nginep di asrama. yaaa... bukan asrama juga sih. Seru. asik. sebel. itu yang aku rasa. cih.
Hahahhaa.. aku nggak dapet banyak foto disana. Tapi ada beberapa foto pas aku naik sepedanya mas endra (orang megelno).
Asik. Itu aku pas hujan hujanan. :)
Terus di hari jumatnya itu latian biasa.
Sbtunya total score, 30, 40, 50 meter. SUMPAH SCOREKU AJOR GARA GARA NYOBA TEKNIK BARU. bukan baru ya namanya, teknik yang bener. soalnya aku dari dulu salah terus :P hehehe
Minggunya aku beregu ma aduan. AKU MARAH2 ON DISITU MA PAK YUDHI (pelatihku), gara gara scoreku elek, uang sakuku dipotong. Itu kan jelek gara gara aku nyoba teknik yang bener. KALO GITU KAN AKU NGGAK BISA LIAT YESUNG DI SUPER SHOW 4?!!! PEGEL PEGEL PEGEELLL!!! Tapi aku masi ga tau, itu beneran apa gak. Gara2 itu scoreku ajor. ah entahlah. tapi pas aku udah baikan lagi, scoreku bagus.. :D yaaa... jelek seh, tapi kan lebih bagus dari yang pas hari sabtu.. :3
maaf maapp..
Tau kenapa? aku nginep di asrama. yaaa... bukan asrama juga sih. Seru. asik. sebel. itu yang aku rasa. cih.
Hahahhaa.. aku nggak dapet banyak foto disana. Tapi ada beberapa foto pas aku naik sepedanya mas endra (orang megelno).
Asik. Itu aku pas hujan hujanan. :)
Terus di hari jumatnya itu latian biasa.
Sbtunya total score, 30, 40, 50 meter. SUMPAH SCOREKU AJOR GARA GARA NYOBA TEKNIK BARU. bukan baru ya namanya, teknik yang bener. soalnya aku dari dulu salah terus :P hehehe
Minggunya aku beregu ma aduan. AKU MARAH2 ON DISITU MA PAK YUDHI (pelatihku), gara gara scoreku elek, uang sakuku dipotong. Itu kan jelek gara gara aku nyoba teknik yang bener. KALO GITU KAN AKU NGGAK BISA LIAT YESUNG DI SUPER SHOW 4?!!! PEGEL PEGEL PEGEELLL!!! Tapi aku masi ga tau, itu beneran apa gak. Gara2 itu scoreku ajor. ah entahlah. tapi pas aku udah baikan lagi, scoreku bagus.. :D yaaa... jelek seh, tapi kan lebih bagus dari yang pas hari sabtu.. :3
Bagaimana..
By
Celi-Cloud
Kamis, 21 April 2011
Ketika kata kata dinginmu keluar,
Entah mengapa, mataku menjadi basah..
Apakah itu air mata?
Dari manakah mereka datang? Mengapa mereka jatuh semakin banyak..? Aku tidak tahu mengapa..
Yang hanya ku tahu, sekarang aku benar benar merasa sakit.
Hatiku yang hangat berubah menjadi dingin.
Aku benar benar tidak tau harus berkata apa. Atau bagaimana cara untuk menggenggamu lagi?
Bagaimana aku dapat melakukanya..? Bagaimana..?
Aku begitu takut, ketika aku menutup mataku, aku akan ingat itu kembali.
Akhirnya, aku hanya dapat melihat ke angkasa.. Tapi, air mata tetap jatuh, entah mengapa.
Bagaimana, jika esok aku tidak dapat melihatmu?
Bagaimana jika esok pagi tidak ada kehadiranmu?
Bagaimana jika aku tidak dapat menelponmu?
Apa yang dapat aku perbuat, selanjutnya?
Sekarang, aku ingin meninggalkanmu dengan kenangan indah, tapi, setiap aku melihatmu..
Air mataku pun jatuh..
Entah mengapa, mataku menjadi basah..
Apakah itu air mata?
Dari manakah mereka datang? Mengapa mereka jatuh semakin banyak..? Aku tidak tahu mengapa..
Yang hanya ku tahu, sekarang aku benar benar merasa sakit.
Hatiku yang hangat berubah menjadi dingin.
Aku benar benar tidak tau harus berkata apa. Atau bagaimana cara untuk menggenggamu lagi?
Bagaimana aku dapat melakukanya..? Bagaimana..?
Aku begitu takut, ketika aku menutup mataku, aku akan ingat itu kembali.
Akhirnya, aku hanya dapat melihat ke angkasa.. Tapi, air mata tetap jatuh, entah mengapa.
Bagaimana, jika esok aku tidak dapat melihatmu?
Bagaimana jika esok pagi tidak ada kehadiranmu?
Bagaimana jika aku tidak dapat menelponmu?
Apa yang dapat aku perbuat, selanjutnya?
Sekarang, aku ingin meninggalkanmu dengan kenangan indah, tapi, setiap aku melihatmu..
Air mataku pun jatuh..
Fine. I hate it!
By
Celi-Cloud
Selasa, 19 April 2011
Kenapa sih.. 3 hari ini aku sial mulu! isshh..
minggu, aku di putusin ma kak damar. so, aku nggak terlalu 'wow' atas kejadian ini. ya agak sial sih. tapi ini nggak buat aku down!
malemnya, aku ngrusakin pipe sitenya busur compound ku. emang nggak parah, tapi itu bener bener bikin jantung copot, se copot copotnya. habis, compound itu mahal. yaa.. belum lomba aja, kok udah rusak. alaaahh..
senen, sepatuku ketinggalan di sekolah. CROCS! WOY! omg! 500rb harganya. mesti bilang apa ke ortu kalo ampe ketahuan!!?? gara2 ini, sampe selasa aku down beud! senenya juga, aku itu kan ketua kelas, nggak ada gurunya, kelasku RUAME POLL! AKU NGATUR SAMPE HAMPIR MATI RASANYA! aku ampe pingsan! *hampir sih!
senenya juga, kan aku pusing, gara2 anak rame, terus pas pelajaran pkn, aku juga masih pusing, lha kan aku ngumpulin tugasnya telat seminggu, gara2 kena hujan *bohong , terus tugasku di lempar ma guruku! idih, biasa ae mbo'o.
gara gara puasa juga, aku lemess... -___-"
selasa, kan sepatuku ketinggalan, selasa ini, itu sepatunya nggak ketemu!!! aaassshh!!! sepatunya itu punya kakakku!
selain itu, gara gara ini, kan pagi paginya, aku nyari, ampe guruku ternyata udah ada dikelas. tasku di buang diluar, pas aku masuk, aku dimarai habis habisan! katanya kalo mau nyari sepatu, itu izin dulu. iya lek, mbok izinin! keburu ilang, bego! *ya emang udah ilang sih.
guru bk lagi. ish! nyebelin! harusnya, kalo muridnya marah marah karena khawatir, ya dibantu! nggak tambah di marain! setauku ya, kalo guru bk itu, bakal memahamin masalah murid muridnya! kamu nggak woy! kamu terllau memaksakan muridnya, seperti apa yang kamu mau! gimana coba, aku khawatir, marah marah, tapi ngomongnya, kayak lagak senang, dan sopan. namanya orang khawatir, yaudah, ngerti gitu!
wali kelasku pu ngingetin, katanya, udah banyak guru bilang, kalo kelakuanku berubah, aku itu pendiem, acuh ta acuh sama guru, ga sopan. iyalah, aku mesti dipanggil pas aku dapet masalah.
aku bingung. aku nggak mau down gini! aku bener bener sumpah, nggak tau jalan keluarnya! aku bingung mau cerita kesiapa! ke guru bk? guru bk ne megelno ngono! ish!
oh ya tuhann.. berikanlah aku kemudahann!!! :(
minggu, aku di putusin ma kak damar. so, aku nggak terlalu 'wow' atas kejadian ini. ya agak sial sih. tapi ini nggak buat aku down!
malemnya, aku ngrusakin pipe sitenya busur compound ku. emang nggak parah, tapi itu bener bener bikin jantung copot, se copot copotnya. habis, compound itu mahal. yaa.. belum lomba aja, kok udah rusak. alaaahh..
senen, sepatuku ketinggalan di sekolah. CROCS! WOY! omg! 500rb harganya. mesti bilang apa ke ortu kalo ampe ketahuan!!?? gara2 ini, sampe selasa aku down beud! senenya juga, aku itu kan ketua kelas, nggak ada gurunya, kelasku RUAME POLL! AKU NGATUR SAMPE HAMPIR MATI RASANYA! aku ampe pingsan! *hampir sih!
senenya juga, kan aku pusing, gara2 anak rame, terus pas pelajaran pkn, aku juga masih pusing, lha kan aku ngumpulin tugasnya telat seminggu, gara2 kena hujan *bohong , terus tugasku di lempar ma guruku! idih, biasa ae mbo'o.
gara gara puasa juga, aku lemess... -___-"
selasa, kan sepatuku ketinggalan, selasa ini, itu sepatunya nggak ketemu!!! aaassshh!!! sepatunya itu punya kakakku!
selain itu, gara gara ini, kan pagi paginya, aku nyari, ampe guruku ternyata udah ada dikelas. tasku di buang diluar, pas aku masuk, aku dimarai habis habisan! katanya kalo mau nyari sepatu, itu izin dulu. iya lek, mbok izinin! keburu ilang, bego! *ya emang udah ilang sih.
guru bk lagi. ish! nyebelin! harusnya, kalo muridnya marah marah karena khawatir, ya dibantu! nggak tambah di marain! setauku ya, kalo guru bk itu, bakal memahamin masalah murid muridnya! kamu nggak woy! kamu terllau memaksakan muridnya, seperti apa yang kamu mau! gimana coba, aku khawatir, marah marah, tapi ngomongnya, kayak lagak senang, dan sopan. namanya orang khawatir, yaudah, ngerti gitu!
wali kelasku pu ngingetin, katanya, udah banyak guru bilang, kalo kelakuanku berubah, aku itu pendiem, acuh ta acuh sama guru, ga sopan. iyalah, aku mesti dipanggil pas aku dapet masalah.
aku bingung. aku nggak mau down gini! aku bener bener sumpah, nggak tau jalan keluarnya! aku bingung mau cerita kesiapa! ke guru bk? guru bk ne megelno ngono! ish!
oh ya tuhann.. berikanlah aku kemudahann!!! :(
Yeah, we was break..
By
Celi-Cloud
Minggu, 17 April 2011
yeah, today, we are break.
you: cel, ini aku kak damar... aku mau ngomongin sesuatu..
me: apa?
you: cel..mungkin kayake aku bkn lg yg terbaik buat celin..maapin aku slama ini
ngga meduliin celin..kupikir baeknya kita udhan hub ini..makasih karna udh
jadi yang terbaek buat aku.,
me: kkak tau dari mana? Semua itu?
you: Dari sikapku..yg cuek pol sama celin yg menjauh dari aku
me: Oh. .terserah kkak aja. Udah habis kesabaranku. Walau aku masi suka
you: jadi cel...kamu mau a putus?
me: nggak tau aku.
than you are not reply me.
me: Kak! Gimana? kenapa kkak nggak memutuskan keputusannya? Kalo kkak masi
mau terus, kkak harus memperdulikan aku! Kalo emang udah lupa aku ini
siapamu, atau kkak emang males, it's okay, putusin aku!
you: .Yau udh daripada aku kecewain celin lagi..kayaknya kita udhan aja.
me: jadi kkak, nggak ada keinginan merubah sifat kkak?
Fine, kita putus sekarang.
you: Aku nggak bisa cel ngerubah sikapku ini...maapin aku
than, i'm not reply your message. 'cause, i'm on practice.
you: makasih buat semuanya
long time, i'm not reply your message, 'cause i'm on practice.
me: yeah. Makasih untuk segalanya..
Untuk perasaanku sekarang. Aku sedih, tapi dikit. Habis, aku kangen masa masa kita dulu, yang kamu itu masi peduli aku. Aku nggak benci kamu. aku sayang sama kamu! tapi, okay. Inilah kita sekarang. Bukanlah dulu. Aku menerima apa pun keputusanmu. Yang pasti, membuatmu bahagia.
"Tell me ,You’ll never leave me and i’m not crazy and...
This is really happening.
That this is really happening." T
"I'm sick and tired of your attitude! I'm feeling like I don't know you!
You tell me that you love me then you cut me down..!
I'm sick and tired of your reasons! I got no one to believe in. You tell me that you want me, then push me around..."
"We face tomorrow as we say goodbye to yesterday.
A chapter ending but the stories only just begun.
A page is turning for everyone..."
So.. remember our moment. Yeah, our moment is life.
you: cel, ini aku kak damar... aku mau ngomongin sesuatu..
me: apa?
you: cel..mungkin kayake aku bkn lg yg terbaik buat celin..maapin aku slama ini
ngga meduliin celin..kupikir baeknya kita udhan hub ini..makasih karna udh
jadi yang terbaek buat aku.,
me: kkak tau dari mana? Semua itu?
you: Dari sikapku..yg cuek pol sama celin yg menjauh dari aku
me: Oh. .terserah kkak aja. Udah habis kesabaranku. Walau aku masi suka
you: jadi cel...kamu mau a putus?
me: nggak tau aku.
than you are not reply me.
me: Kak! Gimana? kenapa kkak nggak memutuskan keputusannya? Kalo kkak masi
mau terus, kkak harus memperdulikan aku! Kalo emang udah lupa aku ini
siapamu, atau kkak emang males, it's okay, putusin aku!
you: .Yau udh daripada aku kecewain celin lagi..kayaknya kita udhan aja.
me: jadi kkak, nggak ada keinginan merubah sifat kkak?
Fine, kita putus sekarang.
you: Aku nggak bisa cel ngerubah sikapku ini...maapin aku
than, i'm not reply your message. 'cause, i'm on practice.
you: makasih buat semuanya
long time, i'm not reply your message, 'cause i'm on practice.
me: yeah. Makasih untuk segalanya..
Untuk perasaanku sekarang. Aku sedih, tapi dikit. Habis, aku kangen masa masa kita dulu, yang kamu itu masi peduli aku. Aku nggak benci kamu. aku sayang sama kamu! tapi, okay. Inilah kita sekarang. Bukanlah dulu. Aku menerima apa pun keputusanmu. Yang pasti, membuatmu bahagia.
"Tell me ,You’ll never leave me and i’m not crazy and...
This is really happening.
That this is really happening." T
"I'm sick and tired of your attitude! I'm feeling like I don't know you!
You tell me that you love me then you cut me down..!
I'm sick and tired of your reasons! I got no one to believe in. You tell me that you want me, then push me around..."
"We face tomorrow as we say goodbye to yesterday.
A chapter ending but the stories only just begun.
A page is turning for everyone..."
So.. remember our moment. Yeah, our moment is life.
Angel
By
Celi-Cloud
Jumat, 15 April 2011
Kehidupanku, telah kususun rapi, bagaikan bata bata yang membuat istana begitu rapi. Walau orang berkata, suatu saat, istana itu dapat hancur. Namun, itu tidak hancur selamanya. Dengan kita sendirilah, istana itu dapat bangkit kembali. Namun, bagiku, saat ini, istana yang hancur itu, tidak dapat dibangun lagi. Aku tau ini buruk, Namun, aku benar benar merasa hancur.
Pagi itu, tepatnya hari rabu, semua berjalan seperti biasa. Keluargaku, pergi rekreasi, di kebun binatang. Aku, istriku, dan ananku, semuanya sepertinya begitu menikmati hari ini. Yah, badai itu selalu datang, dan membuat sangat terkejut. Shock tepatnya.
Hanya dengan satu kelalaianku, hampir semua, kehidupanku hancur. Raib. Musnah. Ini tidak adil! Istri dan ananku, yang umurnya saja, belum mencapai 1 tahun, meninggalkanku. Setelah itu, aku mengalami shock berat. Bisa dibiang, aku hampir gila. Gara gara itu, aku lupa dalam pekerjaan, dan dipecat. Aku kehabisan uang, dan berhutang dimana mana. Aku merasa jijik, pada diriku. Aku dibuang, ha?
Sepintas, aku memikirkan suatu hal, yang tidak baik. Aku akan tenang, dan semuanya selesai, jika aku menyusul keluargaku. Hahaha. Yah, itu memang ide cemerlang! Tempat yang berbatuan, dekat laut, disana lah aku berdiri. Denagn menggenakan pakaian kemeja, dan dasi, yang seharusnya sudah tidak cocok kugenakan. Angin angin serasa menariku, untuk segara pergi. Dan laut, yang ombaknya seakan meneriakan ajakan untuk segera pergi juga. Ahh.. alam memang benar benar sudah menyatu denangku.
Sesuatu, tiba tiba mengganjal pikiranku, dengan kehadiran sesosok anak kecil, kira kira umurnya 8 tahun, ia menggenakan pakaian yang compang camping, berwarna putih kelabu. Rambutnya botak, dan pandanganya polos. Namun kepolosan itu, dicampur dengan wajah kebingungan. Sepertinya, dia mencari seseorang. Bocah itu, melihat kanan kirinya, dan sesekali melihatku. Aku menjadi curiga.
Beberapa langkah tak jauh dari tempatku, aku menghampirinya. Wajahnya tertuju tepat pada mataku. Matanya biru muda sebening air laut, yang memancarkan cahaya. Dan dibandingkan mataku, berwarna coklat kelam, seperti bebatuan, aku cukup merasa kecil ditatapanya.
"He, tengil! apa maumu? Disini kan tempat berbahaya. Lihat! disekitar sini, tidak ada seorang pun selain kau, dan aku! Cepatlah pergi!" Usirku, sambil menunjuk suatu arah, yang merupakan jalan keluar.
Bocah itu hanya membalasku dengan tatapan, kebingungan.
Aku terdiam. Sambil menuggu jawaban, darinya.
"Tuan, apakah aku boleh kembali bertanya?"
Aku merenggangkan tanganku, yang tadi menunjuk ke suatu titik.
"Tuan, kau tadi mengatakan, 'disini tempat yang berbahaya', bukankah harunya tuan, juga tidak ada berada disini?"
"Apakah aku harus menjawab paertanyaanmu?" Jawabku dengan wajah bengis.
Lalu, anak itu, menggangukkan wajahnya dengan senyuman lebar. Seakan ia benar benar 'butuh'untuk tau.
"Hidup itu membuatku capek"
"Lalu tuan, apakah itu jawaban dari pertanyaanku?"
"Kenapa kamu benar benar ingin mencampuri urusan orang dewasa?! Urusanku terutama!"
Bentaku, padanya.
Dahinya mengerut, ia menghela nafas panjang, sebelum menjawab pertanyaanku.
"Tuan, kenapa tuan tidak mensyukuri hidup tuan?"
Oh, mataku terbelalak. Apa maksud bocah ini? Tanpa pikir panjang, aku berjalan ke arah mobilku, dan tidak menghiraukan anak sinting itu. Mesin mobilku nyala, dan mulai melaju.
Kurasa, aku sudah lumayan jauh dari tempat itu. tiba tiba, aku melihat anak itu berdiri di pinggir jalan raya. Apa apaan dia? Siapa dia?! Mau apa dia?! Aku tidak akan pernah mau berurusan dengan si tengil itu. Dia telah meng-gagalkan rencanaku! Jadi, ketika aku berpapasan denganya, aku hanya melewatinya, tanpa sedikitpun menoleh padanya.
Beberapa kilo kemudian, aku merasa lapar. Jadi aku hentikan mobilku, yang sepertinya sebentar lagi akan disita, karena hutang hutangku. Ku berhentikan mesinya, dan memparkirkanya di pinggir jalan, dekat mcdonals. Aku pun mulai berjalan menuju tempat itu. Ketika aku memesanya, dompetku benar benar isinya hanya ada $20. Dengan wajah kecewa, aku memutar kembali badanku. Sepertinya aku akan mati kelaparan.
Oh tidak, sepertinya dia anak gila! Bocak compang camping itu, berdiri di sudut ruangan, dengan lagak yang sama persisi ketika aku ada di dekat lautan itu. Dia mencari seseorang, dan seseklai menatapku, kebingungan. Saat itu, kami tertuju pada pandangan yang sama, dan aku langsung gugup, dan keluar dari ruangan ini. AH! aku frustasi! ada apa dengan dunia ini!?
Ku masuki mobilku, menghela nafas, tuk mencoba menenagkan pikiran, dan itu sama seklai tidak mempan.
"AAAA!" Jeritku terkejut, ketika aku melihat sesosok bocak tengil duduk di kursi belakang mobilku, dan ternyata itu adalah bocah sinting!
"UNTUK APA KAMU MENGIKUTIKU?!" bentaku yang keras sekali. Sepertinya seluruh kota ini mendengarnya.
"Tuan! belikan aku makanan! itu, seperti yang dimakan orang itu!" perintahnya, dan memberi tahuku bahwa makanan itu adalah hamburger, sambil menunjuknya.
"Enak aja! Uangku habis. beli saja sendiri, dengan mengikuti mereka. Seperti yang kau lakukan padaku."
"Ah.. ayolah tuan."
oh, perasaan macam apa ini. Aku tidak boleh iba dengan perintah anak manja satu ini.
"aku bilang tidak!" bentaku sekali lagi. Akhirnya anak itu dengan wajah sedih, melangkah keluar dari mobilku. Bukan lagi rasa iba kurasa, oh, aku tau, sekarang tuhan berpihak padaku! hahhaa! pergilah anak sinting!
Lho?! ternyata tuhan tidak lagi berpihak denganku! Lihat! mobilku bensinya habis!!! ohh! Sementara aku disini, dengan uang $20 mana bisa membeli bensin?! oh, okay, aku berdiam disini, memikirkan cara agar anak itu tidak mengikutiku, dan aku mati! yes! Sesekali aku melirik tanpa sengaja ke bocah itu. oh buat apa aku melihatnya? apa lagi memperdulikanya! Namun, pandangan ini, tak pernah lepas sedikit pun darinya, yang sedang mencoba 'mengemis' di setiap orang. Dan dia gagal.
"Belilah" Kataku padanya, serta memberikan uang $20 itu. Wajahnya yang lugu itu menatapku. Dia tersenyum, bagaikan malaikat kecil yang tak pernah ku lihat. Dia meraih uang itu, dan tersenyum makin lebar.
"Tuan, terima kasih. kau memang baik."Dia berlari kecil ke arah, seseorang yang jualan hamburger, dan tidak lama ia tunggu, segeralah bocah itu mendapatkan, apa yang ia inginkan. dengan lahanpnya ia memakanya. Aku tau, dia sangat bahagia. Ya.. seperti apa yang dulu aku rasakan. Setiap aku mengingatnya, aku tak bisa menghentikan air mataku yang pasti jatuh. Aku memang lemah.
"Tuan, aku menyisakan ini untuk anda" Tangan mungilnya yang menggengam burger itu, menjulur padaku.
Sambil kuusap air mataku, ku raih burger itu. walau hanya sedikit, aku merasakan bahagia. Ya.. hari ini, aku mulai merasakan rasa berbagi lagi, seperti dulu, aku dan keluargaku.
"Tuan, makanlah ini, hentikanlah kesedihanmu! Apakah aku membuatmu menangis?" Sekarang, senyumnya, berubah menjadi kekhawatiran.
"ahaha.. tidak. Terima kasih." Ku raih burger itu, dari tanganya. Sambil kuusap air mataku, aku melahap burger ini. Ya. merasakan nikmat. Nikmat diantara kehancuran. Aku tidak tahu, ternyata tuhan masih peduli kepadaku. Aku kira, semuanya sudah pergi. Seperti yang dilakukan semua orang padaku. kecuali si tengil ini.
Setelah aku menghabiskan ini, aku sgera pergi dengan menggandeng tangan anak ini. Aku tidak tau, mungkin kami akan mati bersama. Apakah itu mati dengan bahagia, atau dengan menyedihkan. Memang benar takdir tidak dapat berjalan sesuai apa yang kita inginkan. Kadang, takdir itu memenuhi apa yang kita impikan, dan kemudian balada itu datang. membelokan jalan takdir yang kita tempuh. Namun, semakin bodohnya kita, Jaln yang berluki, dapat menjadi lebih rumit, dan berliku semakin banyak. Diujung jalan itu, pasti, ada pilihan bahagia, atau tidak. itu memberikan kita pilihan, mati dengan bahagia, atau mati dengan menderita. Itu pun tergantung pada kita sendiri. Mungkin, aku sedang dalam perjalanan yang rumit sekali, dan diujung jalanku itu adalah mati dalam ketidak bahagiaan.
Hari sekarang sudah menjadi gelap. Di jalan yang kuarungi, benar benar gelap gulita. Cahaya bulanlah yang meneranginya. Andai aku adalah malam ini, mungkin bocah ini adalah bulanya. Sekalipun cahaya nya hanya kecil, dan tertutupi oleh daun daun pepohonan, sehingga hanya dapat masuk sedikit, itu sudah menerangi jalanku.
Kami berjalan cukup jauh. Dari tadi, sebenarnya, kita tak memiliki arah tujuan, dan akhrnya, tersesatlah jawabannya. Hutan lah tempat kami berada. Yah, dingin sekali, aku khawatir bocah ini kedinginin, dan nyatanya, dia memang kedinginan.
Berjalan, berjalan, dan terus berjalan. Cahaya berbentuk gambar plus, berwarna merah terpapar jelas di ujung jalan mengerikan ini.
"Ah! bocah! lihat, disana ada rumah sakit!" Kataku dengan semangat. Sementara, terlihat jelas dari wajah anak itu, begitu pucatnya. Bibirnya putih, tanganya dingin, dan sekujur tubuhnya menggigil. Aku pun memintanya menaiki punggunung ku, untuk menggendong. Segeralah secepat kilat aku berlari ke arah rumah sakit itu.
Tuhan pun benar benar tidak adil! Rumah sakit itu sudah tutup! Terpaksa, aku hanya duduk dan merebahkan tubuh si kecil ini. Terdengar dari kejahuan suara langkah sepatu high heels. Aku mencari di sekelilingku. Jangan jangan hantu dengan high heels. Rumah sakit kan rawan dengan itu.
"Mr, apa yang kau lakukan disini?" Kata seorang ibu ibu, mungkin dia seorang dokter yang akan pulang dari perkejaanya. Ya karena dia belum mencopot jasnya. "Siapa bocah itu? Apakah di masih hidup?" Suaranya datar, dan bernada canggung.
Mataku yang telah tertuju padanya, kemudian melihat bocah ini yang sedang berbaring.
"Aku tak mengnalnya. Bahkan namanya saja aku tak tau. Dia mengikutiku. Karena aku merasa iba, aku pun mengajaknya. Jalan jalan."
"Jalan jalan? kemana? apa kau tersesat?" Tanya nya lagi dengan nada yang sama.
"Tanpa tujuan." Jawabku singkat. Raut wajahnya menjadi aneh. Dia pun mengajak ku untuk masuk. Mungkin dia juga merasa iba padaku, dan anak ini. Ya, dia memang iba. Wanita ini mempersilahkanku tidur di gudang yang hangat. Selama malam berlanjut, aku dilarang berkeliaran di rumah sakit ini. Apakah aku terlihat seperti anak kecil, yang suka berlari lari, dengan wajah tidak berdosa?!
Berjam jam lamanya, aku terjaga di ruangan gelap ini. Dan hanya ada 1 jendela. Apakah ini benar gudang? Mengapa banyak sekali buku gambar.. Cat warna, buku, barnbie.. Aku benar benar tidak bisa tidur. KROMPYANG! Suara seperti kaleng berjatuhan. Aku tersentak kaget. Dengan perlahan, aku membuka pintu. Siapa yang salah, jika menyangka, itu adalah hantu? Aku berjalan dengan mengendap endap, dan tubuhku merinding semua. Disitu, ada pertigaan, gimana kalo ternyata hantunya ada di situ. Oh my my my.. ternyata seorang gadis, kira kira berumur 10 tahun, menggenakan baju siap oprasi. Rambut lurusnya yang berwarna hitam perkat tergerai berantakan. Aku pun mendekatinya. Matanya hitamnya terlihat kesepian.
"Apa yang kau lakukan disini?" Tanyaku, yang berjalan kearahnya.
"Kau sendiri? Ngapain disini?" Tanyanya kembali, tanpa belum membalas pertanyaanku. Oh, anak jaman sekarang selalu membalas bertanya, padahal belum membalas pertanyaanku. Dia bilang 'kau' dengan suara menggapangkan lagi!
"Oh, dunia pasti sudah gila. Telingaku barusan mendengar, anak ini berkata 'kau' padaku! Mana sopan santunmu, woy?"
"Ah!" Keluhnya, sambil memegang perut sebelah kiri. "Sudahlah. Nggak usah ikut campur urusanku!" Anak itu membantahku, lalu berjalan melewatiku.
"Wendy! Wendy! Jangan kabur!" Terdengar suara panggilan, untuk orang bernama wendy, dari lorong yang telah gadis kecil itu tempuh. Kemudian, anak itu pun mempercepat jalanya. Dari Lorong gelap itu, mulai terlihat sosok remaja perempuan, yang meraba raba dinding. Ya, dia buta.
"Wendy kemarilah!" Ajak remaja itu.
"Permisi." Kataku, pada si buta.
"AHH! SS...SIAPA..?!" Tanyanya terkejut.
"Maaf.. aku bermalam disini, karena tersesat. Bolehkah aku bertanya?"
"Ya.."
"Anak itu, adikmu?"
"Ya. Bawalah dia kemari! Aku tau dia pasti sangat tersiksa! Tolong bawalah dia kemari..!" Pintanya.
"Kembalilah ke kamar. Aku akan membawa adikmu."
15 menit aku mengelilingi rumah sakit ini.. Dan wendy tidak ada. OHHHH..!! anak gila! buat orang khawatir aja! Oh tidak, aku lupa soal bocah tengil itu! AKU FRUSTASI AKAN KEHADIRAN DUA BOCAH YANG MEMBUATKU SEMAKIN GILA!
Saat aku ekmbali ke gudang, ternyata wendy, dan si tengil sedang bermain bersama.
"Hai, apa kau sudah capek mencariku?" Sindir wendy.
"AHAHA.. aku tidak capek. Aku mati." Jawabku ketus. Namun wendy tidak menghiraukan ku! Dia malah asyik asyiknya menggambar, dan si tengil itu dengan tidak berdosanya, ikut bermain bersama wendy! "APA KAU TIDAK MEMIKIRKAN BAGAIMANA PERASAAN KAKAKMU?! DIA PENUH BAYA MENGEJARMU! DAN SEKARANG KAMU ENAK ENAKNYA BERMAIN! OH, KAU JUGA! HARUSNYA KAU PRIHATIN PADAKU!" mataku lalu tertuju pada si bocah tengil. Senyum cerianya, mulai memudar dan berubah menajadi cemberut.
"Apa peduliku sama kakak?" Jawab wendy ringan.
" DIA MENGKHAWATIRKANMU, IDIOT!" bentaku.
"DIA SAMA SAJA SEPERTI IBU, BEGO!" wendy dengan kasarnya membentaku juga. Tapi, apa maksudnya, 'sama dengan ibu..?' to be continued.. 'angel part 2'
Pagi itu, tepatnya hari rabu, semua berjalan seperti biasa. Keluargaku, pergi rekreasi, di kebun binatang. Aku, istriku, dan ananku, semuanya sepertinya begitu menikmati hari ini. Yah, badai itu selalu datang, dan membuat sangat terkejut. Shock tepatnya.
Hanya dengan satu kelalaianku, hampir semua, kehidupanku hancur. Raib. Musnah. Ini tidak adil! Istri dan ananku, yang umurnya saja, belum mencapai 1 tahun, meninggalkanku. Setelah itu, aku mengalami shock berat. Bisa dibiang, aku hampir gila. Gara gara itu, aku lupa dalam pekerjaan, dan dipecat. Aku kehabisan uang, dan berhutang dimana mana. Aku merasa jijik, pada diriku. Aku dibuang, ha?
Sepintas, aku memikirkan suatu hal, yang tidak baik. Aku akan tenang, dan semuanya selesai, jika aku menyusul keluargaku. Hahaha. Yah, itu memang ide cemerlang! Tempat yang berbatuan, dekat laut, disana lah aku berdiri. Denagn menggenakan pakaian kemeja, dan dasi, yang seharusnya sudah tidak cocok kugenakan. Angin angin serasa menariku, untuk segara pergi. Dan laut, yang ombaknya seakan meneriakan ajakan untuk segera pergi juga. Ahh.. alam memang benar benar sudah menyatu denangku.
Sesuatu, tiba tiba mengganjal pikiranku, dengan kehadiran sesosok anak kecil, kira kira umurnya 8 tahun, ia menggenakan pakaian yang compang camping, berwarna putih kelabu. Rambutnya botak, dan pandanganya polos. Namun kepolosan itu, dicampur dengan wajah kebingungan. Sepertinya, dia mencari seseorang. Bocah itu, melihat kanan kirinya, dan sesekali melihatku. Aku menjadi curiga.
Beberapa langkah tak jauh dari tempatku, aku menghampirinya. Wajahnya tertuju tepat pada mataku. Matanya biru muda sebening air laut, yang memancarkan cahaya. Dan dibandingkan mataku, berwarna coklat kelam, seperti bebatuan, aku cukup merasa kecil ditatapanya.
"He, tengil! apa maumu? Disini kan tempat berbahaya. Lihat! disekitar sini, tidak ada seorang pun selain kau, dan aku! Cepatlah pergi!" Usirku, sambil menunjuk suatu arah, yang merupakan jalan keluar.
Bocah itu hanya membalasku dengan tatapan, kebingungan.
Aku terdiam. Sambil menuggu jawaban, darinya.
"Tuan, apakah aku boleh kembali bertanya?"
Aku merenggangkan tanganku, yang tadi menunjuk ke suatu titik.
"Tuan, kau tadi mengatakan, 'disini tempat yang berbahaya', bukankah harunya tuan, juga tidak ada berada disini?"
"Apakah aku harus menjawab paertanyaanmu?" Jawabku dengan wajah bengis.
Lalu, anak itu, menggangukkan wajahnya dengan senyuman lebar. Seakan ia benar benar 'butuh'untuk tau.
"Hidup itu membuatku capek"
"Lalu tuan, apakah itu jawaban dari pertanyaanku?"
"Kenapa kamu benar benar ingin mencampuri urusan orang dewasa?! Urusanku terutama!"
Bentaku, padanya.
Dahinya mengerut, ia menghela nafas panjang, sebelum menjawab pertanyaanku.
"Tuan, kenapa tuan tidak mensyukuri hidup tuan?"
Oh, mataku terbelalak. Apa maksud bocah ini? Tanpa pikir panjang, aku berjalan ke arah mobilku, dan tidak menghiraukan anak sinting itu. Mesin mobilku nyala, dan mulai melaju.
Kurasa, aku sudah lumayan jauh dari tempat itu. tiba tiba, aku melihat anak itu berdiri di pinggir jalan raya. Apa apaan dia? Siapa dia?! Mau apa dia?! Aku tidak akan pernah mau berurusan dengan si tengil itu. Dia telah meng-gagalkan rencanaku! Jadi, ketika aku berpapasan denganya, aku hanya melewatinya, tanpa sedikitpun menoleh padanya.
Beberapa kilo kemudian, aku merasa lapar. Jadi aku hentikan mobilku, yang sepertinya sebentar lagi akan disita, karena hutang hutangku. Ku berhentikan mesinya, dan memparkirkanya di pinggir jalan, dekat mcdonals. Aku pun mulai berjalan menuju tempat itu. Ketika aku memesanya, dompetku benar benar isinya hanya ada $20. Dengan wajah kecewa, aku memutar kembali badanku. Sepertinya aku akan mati kelaparan.
Oh tidak, sepertinya dia anak gila! Bocak compang camping itu, berdiri di sudut ruangan, dengan lagak yang sama persisi ketika aku ada di dekat lautan itu. Dia mencari seseorang, dan seseklai menatapku, kebingungan. Saat itu, kami tertuju pada pandangan yang sama, dan aku langsung gugup, dan keluar dari ruangan ini. AH! aku frustasi! ada apa dengan dunia ini!?
Ku masuki mobilku, menghela nafas, tuk mencoba menenagkan pikiran, dan itu sama seklai tidak mempan.
"AAAA!" Jeritku terkejut, ketika aku melihat sesosok bocak tengil duduk di kursi belakang mobilku, dan ternyata itu adalah bocah sinting!
"UNTUK APA KAMU MENGIKUTIKU?!" bentaku yang keras sekali. Sepertinya seluruh kota ini mendengarnya.
"Tuan! belikan aku makanan! itu, seperti yang dimakan orang itu!" perintahnya, dan memberi tahuku bahwa makanan itu adalah hamburger, sambil menunjuknya.
"Enak aja! Uangku habis. beli saja sendiri, dengan mengikuti mereka. Seperti yang kau lakukan padaku."
"Ah.. ayolah tuan."
oh, perasaan macam apa ini. Aku tidak boleh iba dengan perintah anak manja satu ini.
"aku bilang tidak!" bentaku sekali lagi. Akhirnya anak itu dengan wajah sedih, melangkah keluar dari mobilku. Bukan lagi rasa iba kurasa, oh, aku tau, sekarang tuhan berpihak padaku! hahhaa! pergilah anak sinting!
Lho?! ternyata tuhan tidak lagi berpihak denganku! Lihat! mobilku bensinya habis!!! ohh! Sementara aku disini, dengan uang $20 mana bisa membeli bensin?! oh, okay, aku berdiam disini, memikirkan cara agar anak itu tidak mengikutiku, dan aku mati! yes! Sesekali aku melirik tanpa sengaja ke bocah itu. oh buat apa aku melihatnya? apa lagi memperdulikanya! Namun, pandangan ini, tak pernah lepas sedikit pun darinya, yang sedang mencoba 'mengemis' di setiap orang. Dan dia gagal.
"Belilah" Kataku padanya, serta memberikan uang $20 itu. Wajahnya yang lugu itu menatapku. Dia tersenyum, bagaikan malaikat kecil yang tak pernah ku lihat. Dia meraih uang itu, dan tersenyum makin lebar.
"Tuan, terima kasih. kau memang baik."Dia berlari kecil ke arah, seseorang yang jualan hamburger, dan tidak lama ia tunggu, segeralah bocah itu mendapatkan, apa yang ia inginkan. dengan lahanpnya ia memakanya. Aku tau, dia sangat bahagia. Ya.. seperti apa yang dulu aku rasakan. Setiap aku mengingatnya, aku tak bisa menghentikan air mataku yang pasti jatuh. Aku memang lemah.
"Tuan, aku menyisakan ini untuk anda" Tangan mungilnya yang menggengam burger itu, menjulur padaku.
Sambil kuusap air mataku, ku raih burger itu. walau hanya sedikit, aku merasakan bahagia. Ya.. hari ini, aku mulai merasakan rasa berbagi lagi, seperti dulu, aku dan keluargaku.
"Tuan, makanlah ini, hentikanlah kesedihanmu! Apakah aku membuatmu menangis?" Sekarang, senyumnya, berubah menjadi kekhawatiran.
"ahaha.. tidak. Terima kasih." Ku raih burger itu, dari tanganya. Sambil kuusap air mataku, aku melahap burger ini. Ya. merasakan nikmat. Nikmat diantara kehancuran. Aku tidak tahu, ternyata tuhan masih peduli kepadaku. Aku kira, semuanya sudah pergi. Seperti yang dilakukan semua orang padaku. kecuali si tengil ini.
Setelah aku menghabiskan ini, aku sgera pergi dengan menggandeng tangan anak ini. Aku tidak tau, mungkin kami akan mati bersama. Apakah itu mati dengan bahagia, atau dengan menyedihkan. Memang benar takdir tidak dapat berjalan sesuai apa yang kita inginkan. Kadang, takdir itu memenuhi apa yang kita impikan, dan kemudian balada itu datang. membelokan jalan takdir yang kita tempuh. Namun, semakin bodohnya kita, Jaln yang berluki, dapat menjadi lebih rumit, dan berliku semakin banyak. Diujung jalan itu, pasti, ada pilihan bahagia, atau tidak. itu memberikan kita pilihan, mati dengan bahagia, atau mati dengan menderita. Itu pun tergantung pada kita sendiri. Mungkin, aku sedang dalam perjalanan yang rumit sekali, dan diujung jalanku itu adalah mati dalam ketidak bahagiaan.
Hari sekarang sudah menjadi gelap. Di jalan yang kuarungi, benar benar gelap gulita. Cahaya bulanlah yang meneranginya. Andai aku adalah malam ini, mungkin bocah ini adalah bulanya. Sekalipun cahaya nya hanya kecil, dan tertutupi oleh daun daun pepohonan, sehingga hanya dapat masuk sedikit, itu sudah menerangi jalanku.
Kami berjalan cukup jauh. Dari tadi, sebenarnya, kita tak memiliki arah tujuan, dan akhrnya, tersesatlah jawabannya. Hutan lah tempat kami berada. Yah, dingin sekali, aku khawatir bocah ini kedinginin, dan nyatanya, dia memang kedinginan.
Berjalan, berjalan, dan terus berjalan. Cahaya berbentuk gambar plus, berwarna merah terpapar jelas di ujung jalan mengerikan ini.
"Ah! bocah! lihat, disana ada rumah sakit!" Kataku dengan semangat. Sementara, terlihat jelas dari wajah anak itu, begitu pucatnya. Bibirnya putih, tanganya dingin, dan sekujur tubuhnya menggigil. Aku pun memintanya menaiki punggunung ku, untuk menggendong. Segeralah secepat kilat aku berlari ke arah rumah sakit itu.
Tuhan pun benar benar tidak adil! Rumah sakit itu sudah tutup! Terpaksa, aku hanya duduk dan merebahkan tubuh si kecil ini. Terdengar dari kejahuan suara langkah sepatu high heels. Aku mencari di sekelilingku. Jangan jangan hantu dengan high heels. Rumah sakit kan rawan dengan itu.
"Mr, apa yang kau lakukan disini?" Kata seorang ibu ibu, mungkin dia seorang dokter yang akan pulang dari perkejaanya. Ya karena dia belum mencopot jasnya. "Siapa bocah itu? Apakah di masih hidup?" Suaranya datar, dan bernada canggung.
Mataku yang telah tertuju padanya, kemudian melihat bocah ini yang sedang berbaring.
"Aku tak mengnalnya. Bahkan namanya saja aku tak tau. Dia mengikutiku. Karena aku merasa iba, aku pun mengajaknya. Jalan jalan."
"Jalan jalan? kemana? apa kau tersesat?" Tanya nya lagi dengan nada yang sama.
"Tanpa tujuan." Jawabku singkat. Raut wajahnya menjadi aneh. Dia pun mengajak ku untuk masuk. Mungkin dia juga merasa iba padaku, dan anak ini. Ya, dia memang iba. Wanita ini mempersilahkanku tidur di gudang yang hangat. Selama malam berlanjut, aku dilarang berkeliaran di rumah sakit ini. Apakah aku terlihat seperti anak kecil, yang suka berlari lari, dengan wajah tidak berdosa?!
Berjam jam lamanya, aku terjaga di ruangan gelap ini. Dan hanya ada 1 jendela. Apakah ini benar gudang? Mengapa banyak sekali buku gambar.. Cat warna, buku, barnbie.. Aku benar benar tidak bisa tidur. KROMPYANG! Suara seperti kaleng berjatuhan. Aku tersentak kaget. Dengan perlahan, aku membuka pintu. Siapa yang salah, jika menyangka, itu adalah hantu? Aku berjalan dengan mengendap endap, dan tubuhku merinding semua. Disitu, ada pertigaan, gimana kalo ternyata hantunya ada di situ. Oh my my my.. ternyata seorang gadis, kira kira berumur 10 tahun, menggenakan baju siap oprasi. Rambut lurusnya yang berwarna hitam perkat tergerai berantakan. Aku pun mendekatinya. Matanya hitamnya terlihat kesepian.
"Apa yang kau lakukan disini?" Tanyaku, yang berjalan kearahnya.
"Kau sendiri? Ngapain disini?" Tanyanya kembali, tanpa belum membalas pertanyaanku. Oh, anak jaman sekarang selalu membalas bertanya, padahal belum membalas pertanyaanku. Dia bilang 'kau' dengan suara menggapangkan lagi!
"Oh, dunia pasti sudah gila. Telingaku barusan mendengar, anak ini berkata 'kau' padaku! Mana sopan santunmu, woy?"
"Ah!" Keluhnya, sambil memegang perut sebelah kiri. "Sudahlah. Nggak usah ikut campur urusanku!" Anak itu membantahku, lalu berjalan melewatiku.
"Wendy! Wendy! Jangan kabur!" Terdengar suara panggilan, untuk orang bernama wendy, dari lorong yang telah gadis kecil itu tempuh. Kemudian, anak itu pun mempercepat jalanya. Dari Lorong gelap itu, mulai terlihat sosok remaja perempuan, yang meraba raba dinding. Ya, dia buta.
"Wendy kemarilah!" Ajak remaja itu.
"Permisi." Kataku, pada si buta.
"AHH! SS...SIAPA..?!" Tanyanya terkejut.
"Maaf.. aku bermalam disini, karena tersesat. Bolehkah aku bertanya?"
"Ya.."
"Anak itu, adikmu?"
"Ya. Bawalah dia kemari! Aku tau dia pasti sangat tersiksa! Tolong bawalah dia kemari..!" Pintanya.
"Kembalilah ke kamar. Aku akan membawa adikmu."
15 menit aku mengelilingi rumah sakit ini.. Dan wendy tidak ada. OHHHH..!! anak gila! buat orang khawatir aja! Oh tidak, aku lupa soal bocah tengil itu! AKU FRUSTASI AKAN KEHADIRAN DUA BOCAH YANG MEMBUATKU SEMAKIN GILA!
Saat aku ekmbali ke gudang, ternyata wendy, dan si tengil sedang bermain bersama.
"Hai, apa kau sudah capek mencariku?" Sindir wendy.
"AHAHA.. aku tidak capek. Aku mati." Jawabku ketus. Namun wendy tidak menghiraukan ku! Dia malah asyik asyiknya menggambar, dan si tengil itu dengan tidak berdosanya, ikut bermain bersama wendy! "APA KAU TIDAK MEMIKIRKAN BAGAIMANA PERASAAN KAKAKMU?! DIA PENUH BAYA MENGEJARMU! DAN SEKARANG KAMU ENAK ENAKNYA BERMAIN! OH, KAU JUGA! HARUSNYA KAU PRIHATIN PADAKU!" mataku lalu tertuju pada si bocah tengil. Senyum cerianya, mulai memudar dan berubah menajadi cemberut.
"Apa peduliku sama kakak?" Jawab wendy ringan.
" DIA MENGKHAWATIRKANMU, IDIOT!" bentaku.
"DIA SAMA SAJA SEPERTI IBU, BEGO!" wendy dengan kasarnya membentaku juga. Tapi, apa maksudnya, 'sama dengan ibu..?' to be continued.. 'angel part 2'
review: dear, 'my idol'
By
Celi-Cloud
Di hari itu, aku mengalami kecelakaan, gara gara penyakitku. Aku mengidap leukimia, sejak kecil. Dan aku seharusnya tidak boleh keluar dari rumah sakit. Yah, aku emmang gadis tengil, yang nakal. Jadi orang orang rumah sakit itu, selalu panik, karena aku super JAHIL! :D
HARI ITU, hari dimana hari yang benar benar tidak terlupakan, aku antara senang, dan kecewa. Sennagnya, aku kan pingsan di tengah jalan jalan, yang di kejar suster suster gila, tiba-tiba, aku pingsan ditengah jalan, dan seorang cowok, yang sepintas, dia keren, menyelamatkan ku. Wajahnya yang tampan, terlihat samar samar, oh tuhan, berikan aku kesempatan tuk bertemu dia sekali lagi, sebelum hari "itu" menjemputku.
Aku tidak takut pada kematian, karena, kematian, bukanlah sesuatu yang disesali. inilah takdirku, cukup adil tuhan memberiku hidup. Lagi pula, keluarga begitu jarang menjenguku, mereka sesibuk itu, hingga lupa, "aku ini siapanya.."
Hari hari.. aku hanya membayangkan wajahnya. Tanpa aku mengetahui namanya, aku menulis sejuta surat untuknya, tanpa ku kirim, aku hanya menyimpanya. mungkin suatu saat aku dapat mengirimkan padanya. Surat surat itu, hanya dapat kubaca, kubaca, kutulis, ku kenang, dan hanya akulah, penulis, dan pembacanya. Akan kah kau dapat bertemu denganku, dan membaca semua surat suratku?
Dear,
My idol
HARI ITU, hari dimana hari yang benar benar tidak terlupakan, aku antara senang, dan kecewa. Sennagnya, aku kan pingsan di tengah jalan jalan, yang di kejar suster suster gila, tiba-tiba, aku pingsan ditengah jalan, dan seorang cowok, yang sepintas, dia keren, menyelamatkan ku. Wajahnya yang tampan, terlihat samar samar, oh tuhan, berikan aku kesempatan tuk bertemu dia sekali lagi, sebelum hari "itu" menjemputku.
Aku tidak takut pada kematian, karena, kematian, bukanlah sesuatu yang disesali. inilah takdirku, cukup adil tuhan memberiku hidup. Lagi pula, keluarga begitu jarang menjenguku, mereka sesibuk itu, hingga lupa, "aku ini siapanya.."
Hari hari.. aku hanya membayangkan wajahnya. Tanpa aku mengetahui namanya, aku menulis sejuta surat untuknya, tanpa ku kirim, aku hanya menyimpanya. mungkin suatu saat aku dapat mengirimkan padanya. Surat surat itu, hanya dapat kubaca, kubaca, kutulis, ku kenang, dan hanya akulah, penulis, dan pembacanya. Akan kah kau dapat bertemu denganku, dan membaca semua surat suratku?
Dear,
My idol
it's me! just to be me. *probably*
By
Celi-Cloud
dengan melihat gambar gambar di bawah ini.
WARNING! foto foto ini dapat menyebabkan mata rusak, mata copot, mata buran, mata tidak jelas, mata buta warna, kegilaan, mulut tidak bisa menutup, dan ketidak warasan.HEH! KURANG AJOR, SOPO YANG NULIS IKU! *padahal ya dirinya sendiri*
itu aku! :D *membanggakan diri, padahal tidak ada yang dapat di banggakan*
WARNING! foto foto ini dapat menyebabkan mata rusak, mata copot, mata buran, mata tidak jelas, mata buta warna, kegilaan, mulut tidak bisa menutup, dan ketidak warasan.
itu aku! :D *membanggakan diri, padahal tidak ada yang dapat di banggakan*
My Yeppa... ~
By
Celi-Cloud
I love love love Yepppaa!! because your voice is like an angel whisp! you are my angel, whisper shoftly..
my.. my yesung.. :)
lihat laah!! itu yeppa ku! Oppa ku! opaa!!!
Yesung, aku suka, cinta kamu! pertama karena suara kamu itu BUAGUS BUANGET. NGET NGET! AH! kalo aku denger suaramu sebelum tidur, aku mimpi indah! *pernah se sekali.. mimpi burukk -__-"
oh yeppa.. kamu begitu jauh disana, tapi kau dekat di hatiku.ini sebenernya ambigu, karena gajelas antara dekat dan jauh
fine, aku melting banget liat mukamu. eh salah, wajahmu, sayangg... :*
my.. my yesung.. :)
lihat laah!! itu yeppa ku! Oppa ku! opaa!!!
Yesung, aku suka, cinta kamu! pertama karena suara kamu itu BUAGUS BUANGET. NGET NGET! AH! kalo aku denger suaramu sebelum tidur, aku mimpi indah! *
oh yeppa.. kamu begitu jauh disana, tapi kau dekat di hatiku.
fine, aku melting banget liat mukamu. eh salah, wajahmu, sayangg... :*
My suck life: Boyfriend
By
Celi-Cloud
Rabu, 13 April 2011
Oh, hidup apa coba, aku punya pacar kayak kamu? Demi lautan spaghetti, kamu cuek banget. Kamu dulu setiap sabtu OL fb, buat chat ma aku, sekarang, sms "lagi apa aja" nggak pernah! Aku sebel sama kamu! Nyadar gitu loh, kalo aku ini siapa mu?! AAAAAAAAAAAAA!!!!
FRUSTASI!
IYA IYA KAMU ITU RAJIN! aku nggak masalah kamu mau belajar sampe matamu copot, tapi peduliin aku dikit, yaaa... kayak kamu ngurus hubunganmu ma temen temenmu!
jalan bareng juga udah jarang! kita jalan berdua aja nggak pernah kan!!!! aaahh!!! kesel aku sama kamuuu!!!!
1. aku kesel sama kamu, kamu itu ga pernah berkorban buat aku, dan kamu nggak pernah memperhatikan aku. aku yang selalu ada buat kamu. dan kamu? HILANG DI TELAN BUMI WES!
2. kamu nggak pernah ngobrol duluan, sms duluan, nunggu duluan, dan nyamperin aku duluan! hih!
3. sekarang, kamu UDAH BENER BENER LUPAIN AKU! OKE FINE, SEKARANG GILIRANKU LUPAIN KAMU!!! AKU BENCI BENCI BENCCCII BANGET SAMA KAMU!
ULANG TAHUNMU, BAKAL AKU PUTUSIN! NGGAK PAKE PROTES, TITIK!
full of shit
FRUSTASI!
IYA IYA KAMU ITU RAJIN! aku nggak masalah kamu mau belajar sampe matamu copot, tapi peduliin aku dikit, yaaa... kayak kamu ngurus hubunganmu ma temen temenmu!
jalan bareng juga udah jarang! kita jalan berdua aja nggak pernah kan!!!! aaahh!!! kesel aku sama kamuuu!!!!
1. aku kesel sama kamu, kamu itu ga pernah berkorban buat aku, dan kamu nggak pernah memperhatikan aku. aku yang selalu ada buat kamu. dan kamu? HILANG DI TELAN BUMI WES!
2. kamu nggak pernah ngobrol duluan, sms duluan, nunggu duluan, dan nyamperin aku duluan! hih!
3. sekarang, kamu UDAH BENER BENER LUPAIN AKU! OKE FINE, SEKARANG GILIRANKU LUPAIN KAMU!!! AKU BENCI BENCI BENCCCII BANGET SAMA KAMU!
ULANG TAHUNMU, BAKAL AKU PUTUSIN! NGGAK PAKE PROTES, TITIK!
full of shit
Review: my relationship
By
Celi-Cloud
Aku jesse, dan dia, Emilia. Aku biasa memanggilnya emily. Oh, kalian belum tau ya, Emily, adalah pacarku. Hmmm... bisa dibilang kita udah jadian Lamaaaa... banget. Sejak aku berumur 1 tahun, dan dia, berumur 13 tahun. Sekarang, aku berumur 13 tahun dan dia 26 tahun.
Begitu banyak kejadian yang mengejutkan, entah saat aku putus dengan emilia, atau ketika, semua orang mengolok, memiliki pacar yang tua banget. Akan kah kalian tau, dia begitu special untuku..?
Cinta tidak memandang umur..~
Begitu banyak kejadian yang mengejutkan, entah saat aku putus dengan emilia, atau ketika, semua orang mengolok, memiliki pacar yang tua banget. Akan kah kalian tau, dia begitu special untuku..?
Cinta tidak memandang umur..~
Review: Angel
By
Celi-Cloud
Dulu, betapa makmurnya aku, aku memiliki banyak kekayaan, hartaku melimpah ruah tak terhingga, pekerjaanku nyaris berhasil, aku juga memiliki istri yang bak bidadari. Hidupku benar benar sempurna.
Namun, kejadian di pagi itu, benar benar membuat segalanya raib. Sepertinya tuhan tidak menginginkanku 'tuk hidup disini. Aku frustasi, sejak kecelakaan itu. Satu per satu hilang dari sisihku, haruskah aku mengulanginya lagi? Tapi, butuh berjuta juta usaha, dan lihat saja, aku sudah benar benar tidak berdaya.
Hingga pada saat aku ingin pergi dari dunia ini, aku melihat seorang anak kecil, kira kira beusia 13 tahun, ia menggenekan baju yang compang camping. Dia sepertinya menunggu seseorang. Aku merasa tidak enak, akan kehadiranya, aku ingin rencanaku sukses, aku ingin segera pergi. Kira kira 1 jam, aku menunggu, oh, apa yang ia nantikan?! 2 jam... Oke, habis kesabaranku!
Ku hampiri dia, "Hei, bocah tengil, kau tau, dimana sekolahmu? ini buka tempat ang layak untukmu! Pergilah! Untuk apa kamu disni?!" Bentakku, dengan suara yang lantang
"Apakah kehadiranku, mengganggu anda?" Tanyanya, sambil tersenyum kearahku.
"eem.." Sesekali aku bergumam, untuk apa dia balik bertanya, bukankah harusnya dia merasa takut dimarai seseorang?
"Aku sedang menunggu seseorang" Jawabnya santai.
"Siapa?"
"Seseorang yang belum mengerti, hidup itu apa.." kalimat itu begitu singkat, namun, aku tersentak kaget. Di depannya, walau aku memiliki tubuh yang lebig besar dari dirinya, sekarang, aku merasa sangat kecil, kecil sekali.
"tuan, apakah anda tau, siapa orangnya? maukah tuan, memberi tau aku..?"
Namun, kejadian di pagi itu, benar benar membuat segalanya raib. Sepertinya tuhan tidak menginginkanku 'tuk hidup disini. Aku frustasi, sejak kecelakaan itu. Satu per satu hilang dari sisihku, haruskah aku mengulanginya lagi? Tapi, butuh berjuta juta usaha, dan lihat saja, aku sudah benar benar tidak berdaya.
Hingga pada saat aku ingin pergi dari dunia ini, aku melihat seorang anak kecil, kira kira beusia 13 tahun, ia menggenekan baju yang compang camping. Dia sepertinya menunggu seseorang. Aku merasa tidak enak, akan kehadiranya, aku ingin rencanaku sukses, aku ingin segera pergi. Kira kira 1 jam, aku menunggu, oh, apa yang ia nantikan?! 2 jam... Oke, habis kesabaranku!
Ku hampiri dia, "Hei, bocah tengil, kau tau, dimana sekolahmu? ini buka tempat ang layak untukmu! Pergilah! Untuk apa kamu disni?!" Bentakku, dengan suara yang lantang
"Apakah kehadiranku, mengganggu anda?" Tanyanya, sambil tersenyum kearahku.
"eem.." Sesekali aku bergumam, untuk apa dia balik bertanya, bukankah harusnya dia merasa takut dimarai seseorang?
"Aku sedang menunggu seseorang" Jawabnya santai.
"Siapa?"
"Seseorang yang belum mengerti, hidup itu apa.." kalimat itu begitu singkat, namun, aku tersentak kaget. Di depannya, walau aku memiliki tubuh yang lebig besar dari dirinya, sekarang, aku merasa sangat kecil, kecil sekali.
"tuan, apakah anda tau, siapa orangnya? maukah tuan, memberi tau aku..?"
Bom? Atau bukan? (LIVE)
By
Celi-Cloud
Minggu, 03 April 2011
3 APRIL 2011.
Nyata atau tidak?
Pagi ini, aku bener mikir, MIMPI APA AKU SEMALEM?
gilak, ajib banget dah hari ini. Ajib apesnya.
Boro boro mau ketawa, eh sono sini nyialin poll!
1. Target panahan ku ilang. Hey, uwong. Buat apa kamu nyusi itu??!! Maubuat makan? menuh menuhin rumah? Ye elaahh.. kurang kerjaan beudz sih abangg...!!
Udah targetnya ilang, kayunya juga ilang. Billahi amanah fatonah... warohmaa.. Udah gitu ya, akhirnya sanghero pelatih ku terbang dengan motor saktinya, ke kantor polisi. LAAAMAAA BEUDZ.
. Pas itu, aku lagi pesen rujak sama tante2 yang nunggu anaknyalatian panahan. Si tante 1 (maaf ya tante, saya nggak tau nama tantee..!!) kan pesen, terus tanya sama si orang jual rujak. "Pak ini apaan?" sambil nunjuk ke suatu barang misterius, terbungkus rapi bersandar di pohon palem, tepat si samping si jual rujak itu. "Bungkusan" Katanya. Si tante 1 ini pun langsung lari, dan kembali ke tempat duduk tidak terlalu jauh dari bungkusan aneh tersebut.Dimana aku dkk juga duduk2 ria. (sambil nunggu sang hero pelatih datang dari kantor polisi.)
Tiba tiba.. nggak lama lama lah, polisi dateng. Dideket lapangan, dimana aku lagi nyantap si rujak ini.. :3
Kirain sih, mau nanganin urusan si target. eh, ternyata, orangnya malah tanya balik "emangnya tergetnya kenapa?" Jiaahhh..
Ternyata si polisi itu, dateng mau nyelidiki tentang bungkusan ini. Bungkusan ternyata udah dari pagi, entah siapa yang punya, siapa yang naruh.
Mungkin, ada seseorang yang barangnya ketinggalan, dan isinya ternyata jam, buku, majalan, atau mungkin kotak makan.? dan tibatiba saja ditengah keramaina orang yang punya datang dan bilang, itu isinya buku. dengan pasang muka lugu, dan innocent. JDIAAARR... tabok ae kan.
Agak lama kemudian, mobil gegana datang.
Nyata atau tidak?
Pagi ini, aku bener mikir, MIMPI APA AKU SEMALEM?
gilak, ajib banget dah hari ini. Ajib apesnya.
Boro boro mau ketawa, eh sono sini nyialin poll!
1. Target panahan ku ilang. Hey, uwong. Buat apa kamu nyusi itu??!! Mau
Udah targetnya ilang, kayunya juga ilang. Billahi amanah fatonah... warohmaa.. Udah gitu ya, akhirnya sang
. Pas itu, aku lagi pesen rujak sama tante2 yang nunggu anaknya
~Ini diaa... Bungkusan misteriusnya~
Kirain sih, mau nanganin urusan si target. eh, ternyata, orangnya malah tanya balik "emangnya tergetnya kenapa?" Jiaahhh..
Ternyata si polisi itu, dateng mau nyelidiki tentang bungkusan ini. Bungkusan ternyata udah dari pagi, entah siapa yang punya, siapa yang naruh.
Semua orang disuruh minggir. Termasuk aku (?)
*Drumband theme song*
*we are the champion theme song*
Buyarlah sudahh.. Kira2.. bom betulan ga yaa??
INI LIVE! DI MALANG! DI DEKAT LATIAN PANAHAN KU! lumayan DEKAT RUMAHKU! OMG!!
liat saja besok beritanyaa...
Langganan:
Komentar (Atom)

























